Budi Daya Spirulina

Spirulina merupakan alga biru hijau yang termasuk dalam kelas Cyanophyceae, ordo Nostocales, famili Oscilatoriacee, dan genus Spirulina. Spirulina mempunyai beberapa spesies, antara lain Spirulina plantesis, S. fusiformis, dan S. maxima.

Spirulina berdiameter antara 1-2 mikron. Warna spirulina hijau kebiruan dan selnya berkoloni membentuk filamen terpilin menyerupai spiral sehingga disebut “alga biru hijau berfilamen”. Filamen spirulina berawal dari sel-sel muda yang membelah pada sisi luar sumbu utama filamen sehingga terbentuk suatu filamen yang berisi beberapa sel yang merupakan suatu rangkaian. Rangkaian sel tersebut disebut dengan trichome. Sel spirulina berbentuk silindris dengan dinding sel tipis. Spirulina dapat bergerak sepanjang garis tengahnya dan dengan cara menggelinding.

Spirulina merupakan fitoplankton yang kosmopolit, dikenal dengan berbagai macam spesies dan berbagai macam habitat, mulai dari air tawar, payau, laut hingga danau-danau garam. Spirulina lebih menyukai perairan yang alkali, dengan pH yang baik berkisar antara 7,2 – 9,5.

Spirulina

Ada pula beberapa spesies yang masih dapat bertahan hingga pH 11. Ketahanan terhadap salinitas (kadar garam) juga sangat menakjubkan karena ada spesies spirulina yang tahan pada salinitas hingga 85 g/l. Spirulina tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25-35 derajat Celcius.

Spirulina berkembang biak dengan cara membelah diri. Pembelahan dimulai dengan memutus filamen menjadi satuan-satuan sel yang akan membentuk filamen baru. Pemutusan filamen yang telah masak merupakan awal daur hidup fitoplankton ini. Pemutusan filamen ini akan membentuk bagian-bagian yang disebut dengan necridia. Necridia selanjutnya akan membelah membentuk semacam piringan yang terpisa-pisah. Hasil pembelahan tersebut akan berkoloni membentuk hormogonia yang dapat memisahkan diri dari filamen induk menjadi filamen baru.

Budi Daya Spirulina

Seperti halnya klorella, spirulina juga telah dikultur massal dan dipasarkan dalam bentuk tepung, pil, kapsul, dan cairan. Tepung klorella dapat diolah menjadi sup, kue-kue dan kosmetik.

Budi daya spirulina dalam skala kecil di laboratorium, dapat menggunakan pupuk walne, sedangkan untuk budi daya dalam skala massal dapat menggunakan pupuk dengan komposisi sebagai berikut :

– 80 ppm Urea
– 30 ppm TSP
– 20 ppm ZA
– 2 ppm FeCl³
– 5 ppm EDTA
– 0,001 ppm VitaminB12

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pupuk organik dapat digunakan untuk kultur spirulina.


=====================================

>>> Spirulina Luxor Makanan Terlengkap Untuk Kesehatan Yang Membersihkan (Detoksifikasi) dan Memberi Gizi, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Spirulina and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *